Para hacker menyimpan nomor-nomor kartu kredit tersebut selama berbulan-bulan, sebelum kemudian menggunakannya.
NEW YORK, Jaringnews.com -  Dua perusahaan layanan kartu kredit MasterCard dan Visa terus berupaya memulihkan kondisi layanan pasca serangan hacker beberapa waktu yang lalu.

Pihak perusahaan MasterCard dan Visa sendiri diberitahu pihak penerbit kartu kredit baru pada Jumat, 30/3. Global Payments Inc, perusahaan yang memproses transaksi kartu kredit melaporkan telah mendeteksi pelanggaran data kartu sejak awal Maret. Pelanggaran data kartu dapat menyebabkan pencurian identitas dan transaksi yang tidak sah.

Pihak Global Payments Inc mengatakan, telah melaporkan kasus ini pada penegak hukum federal. Pihak penegak federal sendiri kini giat melakukan penyelidikan karena aksi hacker ini tentu mengancam keamanan rekening nasabah.

Kasus ini memang sangat mengkhawatirkan. Juni lalu, hacker berhasil mencuri informasi untuk 360.000 rekening kartu kredit di Citigroup. Tahun lalu,data-data Dana Moneter Internasional, National Public Radio, Google dan Sony PlayStation Network berhasil dibobol.

Analis dari Gartner, Avivah Litan, mengatakan bahwa sekira 10 juta akun kartu kredit telah tercuri dalam aksi peretasan tersebut.

"Para hacker menyimpan nomor-nomor kartu kredit tersebut selama berbulan-bulan, sebelum kemudian menggunakannya," ungkap Litan.

"Indikasi menunjukkan bahwa oknumnya merupakan bagian dari gangster dari wilayah Amerika Tengah," pungkasnya.

0 komentar:

Post a Comment