Berikut ini adalah artikel yang termasuk kategori "kekecewaan
pelanggan" khususnya saya dan juga termasuk artikel kategori "nambah
pengalaman" yang pasti termasuk artikel IT. hehehehe

KADANG BARANG MURAH EMANG BENER MURAHAN

karena dijaman modern ini selain persaingan bisnis sangat ketat.
sehingga antara kualitas dan kuantitas barang perlu dipertimbangkan
untung ruginya.

beberapa waktu lalu saya memebeli sebuah modem esia MAX-D 99 ribu
(untuk kartu khusus esia saja)seharga 140 ribu disalah satu counter
Hape. setelah saya coba ternyata sinyal koneksi tidak ada, tertulis
mode siaga. otomatis mau nungguin sampe mampus tetap gak akan bisa
konek (bahasa inggrisnya "idle"). barangkali terbatasnya sinyal atau
kurangnya tower pemancar milik bakrie telecom. alias terbatasnya
jangkauan sinyal. Berbeda jauh sekali dengan operator selular GSM
seperti Xl dan indosat. sinyalnya ada dimana-mana. sehingga tak pelak
kedua operator ini mendominasi pasar layanan komunikasi
diindonesia.Yah, memang begitulah jaman sekarang kok nyari yang murah
otomatis barang murahan kali ya. Nyari cewek aja kalau yak gampangan
paling-paling itu cewek setengah pakai, hehehe. (maaf bukan bermaksud
merendahkan, cuman mengibaratkan).

Setelah itu saya dapat berbagi pelajaran untuk kawan-kawan semua,
bahwa sebelum membeli modem murah anda perlu memperhatikan hal berikut
:
1. Pastikan sinyal operator yang memadai diwilayah anda . Walaupun
modem CDMA seperti esia itu emang murah sekali, tapi percuma kalau
diwilayah anda gak ada sinyalnya. karena percuma beli modem murah tapi
gak terkoneksi keinternet sama aja buang duit, kayak saya kemaren.
Mending untuk beli bakso, perut kenyang. daripada beli barang
murahan/rongsokan trus akhirnya gak kepakek alias dibuang, betulkan ?

2. Harga modem yang juga perlu pertimbangan. Memang modem yang bagus
harganya pasti mahal juga karena kualitas pasti dijamin. coba kalau
kita nyari cewek yang susah diajak jadian (cewek mahal) pasti cewek
itu tipe termasuk cewek yang setia.hehe. makanya anda jangan nyerah,
untuk mendapatkan barang bagus tapi harga juga jadi pertimbangan,
makanya nabung dulu kalau belum punya duit untuk beli modem. Tapi anda
juga jangan terpengaruh merek mahal. Carilah Modem yang sekiranya
kualitasnya standar yang sebanding dengan harga yang standar pula.

3. Milih operator CDMA atau GSM. kebanyakan operator GSM mempunyai
layanan yang bagus dalam hal layanan data, karena sinyalnya bagus dan
terjangkau dimana-mana. namun juga sekali lagi tarifnya sudah pasti
mahal juga. Karena jaman sekarang ini kualitas sangat tergantung
dengan tarif. Jaman sekarang ini tak mungkin ada barang murahan namun
kualitas bagus. Begitu juga dengan operator CDMA memang tarif mereka
murah tapi terkadang yang bikin kita jengkel adalah sinyalnya
terputus-putus, atau bahkan tak ada koneksi sama sekali..

SARAN SAYA : Jika anda mau membeli barang apapun, khususnya Modem.
Jangan asal murah, tapi yang penting kualitas, daripada murah tapi
buang duit, mending mahal tapi memuaskan, betul apa betul :)) hehe...
Saran saya anda beli aja modem untuk operator GSM karena kebanyakan
modem CDMA sinyalnya lemah otomatis koneksinya juga leemotttt !.
Kecuali jika wilayah anda dekat dengan operator / tower pemancar CDMA.
Yang pasti kuncinya adalah sinyal operator dan kualitas modem adalah
priorotas utama. Soal harga dan tarif. maka anda harus bertanya pada
diri sendiri, ADAKAH JAMAN SEKARANG BARANG MURAH TAPI BENAR-BENAR
BERKUALITAS !? tentu saja jika ada cepat atau lambat produsen seperti
itu pasti cepat bangkrut. Jaman sekarang persaingan bisnis mempunyai
dua dimensi yang menentukan nasib, yaitu dimensi tarif dan dimensi
kualitas. Jika seseorang produsen tidak bisa menjual kualitas dengan
baik maka dia akan banting harga (seperti operator ESIA misalnya),
sebaliknya jika dia bisa menjamin kualitas, maka sudah pasti untuk
mempertahankan kualitas itu diperlukan biaya yang besar pula, makanya
produknya jadi mahal juga. :)

sekian kajian tentang komputer khususnya terkait membeli modem. semoga
bermanfaat :)) salam IT

wassalamualaikum wr wb

0 komentar:

Post a Comment