sekali-kali saya yang biasa menulis tentang artikel dakwah, kali ini saya mencoba menjadi penulis otomotif jadi-jadian, hhe mengingat sekarang ini marak sekali kecelakaan akibat kelalaian pengguna jalan. dalam dunia otomotif khususnya roda dua tentu saya akan dibilang blogger cupu, karena memang saya bukan bidangnya dalam bidang racing dan korek mesin hhe.. tapi tidak ada salahnya kan tulisan saya supaya jadi salah satu penyumbang kecil ditengah maraknya web2 dan blog otomotif. untuk kualitas biarlah pembaca yang menilai. sekian basa-basinya kita menuju topik utama..jreeng... jreng jeng hhe.

apakah anda pernah mendengar kata ban cacing?  mungkin bagi kita yang awam ban cacing adalah ban yang lentur kayak cacing? tentu bukan itu. mereka kalangan penggemar dunia balap roda dua sudah pasti tahu apa itu ban cacing. khususnya dikalangan penggemar drag bike. ban cacing adalah ban luar yang berukuran lebar sangat kecil sehingga tampak kurus seperti cacing, sebenarnya ban tipe ini sangat tidak cocok untuk kendaraan sehari-hari. namun untuk ajang racing drag mungkin suatu yang wajib dinegri ini. berbeda dengan drag racing diluar negri menganut aliran ban tapak lebar sampai ukurannya 2 kali lebar ban truk. kalau dinegri kita drag motornya ber cc kecil sekitar 150-250 cc berbeda dengan luar negri yang motornya ber cc 1000 keatas. itulah sekilas perbedaan aliran balap jarak pendek disini dan diluar negri.



kembali ke laptop. hhe. ban cacing merupakan ban yang terkenal sangat berbahaya karena mudah tergelincir, tidak stabil pada kecepatan diatas  70 km/jam, dan apalagi pas nabrak jalan berlubang.. bruaakk.. motor jatuh, pelg peyang, dan rider terkapar diaspal, ya begitulah memang kenyataan itu, motor yang menggunakan ban cacing memang sangat tidak aman dan rawan kecelakaan apalagi digunakan untuk boncengan, menikung pada kecepatan tinggi, membawa beban berat pasti oleng dan terkapar juga.
saya memang bukan maniak roda dua tapi dikit2 pernah gimana ngerasain pake ban cacing dan ban lebar, pake ban cacing memang katanya menambah peforma (tenaga) motor, tarikan jadi lebih ringan, apalagi abg abg yang sudah teracuni fikirannya berpaham alay, pake velg krom warna emas, dan dihiasi dengan ban cungkring alias cacing, merupakan suatu hal yang wajib bagi motor mereka supaya dibilang keren, gaul, modif dll, tanpa pikir panjang kerugian akibat pake ban cacing itu. 
berbeda dengan pengalaman saya motor tua saya yang setia menemani mencari nafkah, saya belikan ban belakang ukuran 3.50 inch untuk ban belakang dan ban depan saya kasih ukuran standar 2.75 memang untuk ban segitu lumayan gede untuk motor ber cc kecil, tapi tidak segede ban yamaha byson, ninja 4 tak atau ban moge harley yang segede ban truk tronton.

menurut saya pemakaian ban agak besar memang terasa lebih aman, dan stabil pada kecepatan tinggi, apalagi dijalan tidak rata pun masih stabil, untuk menikung gaya pembalap moto gp pun ...hhe. saya rasa aman-aman saja. karena saya memang rider motor klassik yang suka gaya nikung gitu...hhe. tapi coba anda rasakan menikung dengan ban cungkring, pada kecepatan rendah saja dijamin ban terasa geol - geol, apalagi pada kecepatan tinggi tentu nyawa taruhannya. tidak percaya? sudah banyak korbannya, contoh saja berita yang saya sadur dari blogger otomotif ternama ini klik : http://aripitstop.com/2015/09/19/nikung-ala-moto-gp-biker-ninja-pakai-ban-cacing-tewas-di-tempat/
yak bener kan, apa yang terjadi setelah nekad mbalap dengan ban cungkring. disisi lain pake ban ukuran terlalu besar juga mubadzir untuk motor ber cc kecil. Karena ukuran ban juga berengaruh pada kestabilan berkendara pada kecepatan tertentu. ukuran ban motor bercc besar diwajibkan gambot karena untuk mengimbangi pada kecepatan tinggi lebih dari 200 km/jam. sedangkan memakai ukuran ban motor gede untuk motor cc kecil untuk alasan keamanan tentu saja mubadzir karena motor ber cc kecil rata-rata kecepatan pol nya sekitar 100-130 km/jam. jadi pake ban ukuran 3.00 inch sudah cukup memadai, tapi untuk alasan gaya itu terserah empunya motor sih, yg penting punya duit untuk beli ban gambot itu. lalu bicara lagi dengan ban cungkring, berapa batas kecepatan aman pake ban cungkring, yaitu sekitar 40-60 km/jam. pantes ya, kalau para anak alay pada kecelakaan akibat ngebut kalau pake ban cacing, karena kecepatan diatas 80 km/j pasti geal geol tuh ban apalagi buat nikung ala motogp ....wkwk.

Seperti yang sudah disebutkan di atas dan perlu anda ketahui bahwa 3 fakta bahwa modifikasi ban kecil berbahaya harus anda perhatikan supaya anda tidak salah dalam memodifikasi motor yang anda punya. 

Fakta pertama bahwa modifikasi ban kecil itu berbahaya adalah keseimbangan, karena seperti yang kita ketahui bahwa ban motor merupakan salah satu hal yang memiliki pengaruh pada keseimbangan sebuah motor. Kita sendiri bisa merasakan, pada saat berkendara dengan motor yang menggunakan ban kecil kita tidak bisa berjalan dengan baik dijalanan, apalagi dijalan dengan medan yang terjal.

Fakta kedua mengenai bahaya menggunakan ban kecil pada sebuah modifikasi adalah kenyamanan, karena seperti yang kita ketahui, jika ukuran ban terlalu kecil, maka besar kemungkinan ban tersebut tidak dapat menahan bobot motor dan bobot pengendara motor yang berada diatasnya sehingga pada saat berjalan di medan yang terjal motor akan kehilangan keseimbangan dan otomatis anda selaku para pengguna motor akan mengalami kecelakaan akibat ban motor yang kecil.

 Dan fakta ketiga mengenai bahaya memodifikasi dengan ban kecil bisa anda rasakan pada saat anda berkendara jarak jauh dengan motor tersebut.

Tulisan ini dibat bukan utuk memojokkan para alayer yang hobi ban cacing, meski bukan aparat keamanan, wajiblah kita sebagai masyarakat yang beradab saling mengingatkan. terakhir, buat para biker berhati-hatilah dalam berkendara, jaga keselamatan diri dan masyarakat, jadilah pelopor keselamatan berkendara, jika kita kecelakaan dijalan kasihan orang tua, anak, istri, saudara-saudara, teman anda menanti anda dirumah.
salam  dari saya klassik riders. 

dan terakhir B O N U S hahaha :D 

 
Add caption

0 komentar:

Post a Comment