Jika anda hidup di sebuah kota metropolitan, maka hanya kehidupan kita sehari-hari saja yang bisa dinikmati semacam pulang pergi kerja istirahat di rumah dan sebagainya, kita tidak hanya jauh dari lingkungan alami tetapi juga jauh dari pemandangan langit malam serta fenomena astronomi tidak akan dapat anda saksikan di kota-kota besar karena kota identik dengan gemerlap lampu cahaya kota, Yang mana semua itu polusi cahaya pengamatan astronomi, hal itu dibenarkan  sebagaimana bikerzone11 lansir berita berikut ini

Kampanye Astronomi Yang gagal

Bukan Galaksi Bima Sakti seperti yang telah dijanjikan, pendar cahaya di Ibu Kota malam, malah berasal dari sejumlah gedung perkantoran dan kementerian. Berdasarkan laporan Liputan6.com, lampu pusat kota itu tetap berpijar di tengah waktu pelaksanaan kampanye #MalamLangitGelap yang diluncurkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan).Sebagaimana diwartakan Antara, sepanjang rute Pasar Baru, Jalan Gunung Sahari, Monumen Nasional, Tugu Tani, hingga kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), lampu jalan maupun bangunan tetap menyala. Begitu pula dengan taman dan sejumlah gedung perkantoran dan kementerian di Jalan MH Thamrin

Sementara Jakarta masih memancarkan cahaya, langit Ibu Kota hanya didominasi kepulan awan mendung. Seperti biasa, ia tak menampakkan banyak bintang, apalagi Galaksi Bima Sakti. Padahal, menurut laporan Liputan6.com, terdapat beberapa kelompok kecil di Tim yang terlihat sesekali mendongak untuk mencari bentangan Bima Sakti yang kabarnya akan muncul pada Sabtu (6/8/16).

Bukan hanya soal Galaksi Bima Sakti, LAPAN mengajak masyarakat mematikan setiap lampu di luar ruangan selama satu jam pada pukul 20.00-21.00 WIB setiap tanggal 6 Agustus. Selain untuk menyelamatkan malam langit gelap dari polusi cahaya, kampanye tersebut sekaligus dilakukan guna memperingati Hari Antariksa Nasional.(bintang.com)

0 komentar:

Post a Comment