Lubang hitam adalah sebuah benda angkasa yang paling mengerikan. Karena benda ini merupakan hasil dari sebuah bintang yang telah mati pantai yang meledak jadi supernova kemudian runtuh jadi sangat kecil dan mampat kami mempunyai massa yang sangat besar sehingga gravitasi nya juga sangatlah mengerikan dan mampu menyedot benda-benda apapun juga termasuk cahaya. sebenarnya black hole itu tidaklah hitam karena cahaya tidak memancar sehingga kelihatan hitam. Ilmuwan telah memantau sebuah lubang hitam raksasa di galaksi bima sakti dengan teleskop hubble tapi tidaklah cukup memuaskan hasilnya sehingga ilmuwan merakit teleskop baru yang diberi nama EHT , sebagaimana kami lansir dari okezone.com berikut beritanya,

 Astronom di University of Arizona membantu membangun teleskop radio virtual dengan ukuran lebih besar dari Hubble Space Telescope . Teleskop bernama Event Horizon Telescope (EHT) ini akan digunakan untuk meneliti lubang hitam supermasif yang berada di pusat galaksi Bima Sakti. Dilansir Gizmag , Kamis (30/4/2015), tim yang dipimpin oleh Dan Marrone, asisten profesor Astronomy and Steward Observatory di University of Arizona membantu membuat teleskop radio di seluruh dunia dengan rangkaian instrumen untuk Very Long Baseline Interferometry atau VLBI.

Teknologi ini memungkinkan beberapa teleskop untuk dapat terhubung, sehingga diharapkan menghasilkan tangkapan resolusi gambar yang lebih besar. Intrumen terbaru ditempatkan di Antartika dan dikenal dengan nama South Pole Telescope (SPT). SPT terhubung dengan perangkat observasi high-end lainnya yang mencakup seluruh dunia. "Kini kami selesai dengan VLBI dengan SPT, Event Horizon Telescope akan benar-benar menjangkau seluruh Bumi," tutur Marrone.

Lebih lanjut ia mengatakan, EHT akan melibatkan Submillimeter Telescope di Mount Graham di Arizona hingga California, Hawaii, Chile, Meksiko, Spanyol dan Kutub Selatan. Menurutnya, teknologi SPT memberikan resolusi dua hingga tiga kali lipat lebih besar teknologi teleskop lama, dan EHT akan memberikan kemampuan tangkap gambar yang luar biasa. Nantinya, EHT bisa dipakai selain meneliti tepi lubang hitam, juga menguji teori Einstein terkait relativitas umum. "Kami perlu gambaran yang sangat rinci dari lubang hitam. Dengan EHT, kami harus bisa melakukan hal ini," tambahnya.(okezone)

0 komentar:

Post a Comment