Seperti diberitakan dari tribunnews.com, salah satu saksi kecelakaan maut, Yogi (23), mahasiswa STAI Sultan Abdurrahman Kepri, salah satu saksi mata peristiwa kecelakaan tragis antara mobil Honda Brio BP 1370 TP dengan Truk Daihatsu bergambar Hello Kity di Km 18 Lintas Barat Toapaya mengaku sangat ngeri mengingat detik detik terjadinya kecelakaan, Kamis (2/3/2017).Yogi, ceritanya, baru datang dari arah Tanjungpinang berkendara menuju Kampusnya saat peristiwa. Kebetulan, lokasi laka maut dengan kampusnya sekitar 1 km. Posisi dia saat berkendara pas di belakang Truk Daihatsu yang dikemudikan Rahman (34).

"Pas sekali saya di belakang truk, woih, itu alhamdulillah untung saya konsentrasi bawa motor, kalau tidak konsentrasi, entahlah, bagaimana jadinya,"ujarnya masih dalam kondisi sedikit syok usai menyaksikan detik detik peristiwa laka maut di Km 18 Toapaya.Yogi menceritakan, sopir mobil Honda Brio, yang kemudian diketahui bernama Aryudha Yelasandi (31), usai tabrakan keras dengan Truk angkut semen milik Rahman saat dikeluarkan dari ruang kemudi yang hancur sudah dalam kondisi pingsan. "Sopirnya itu sudah penuh dengan darah, dari mulutnya sampai ke badan darah tak berhenti menetes,"ujarnya.

Sempat diperiksa kondisi airbag (kantong udara) atau (fasilitas keselamatan) milik mobil saat laka maut terjadi, Yogi dan pengendara lain melihat posisinya sudah tak sempurna. "Posisinya tak sempurna. Kalau sempurna tak akan hancur itu (wajah Aryudha), itu kan keluar darah semua itu,"kata Yoghi,"kata dia.Yoghi membenarkan keterangan supir truk Daihatsu terkait sebab musabab kecelakaan. Pengendara Honda Brio sebelum laka maut terjadi kata Yoghi berdasarkan yang dia lihat memang keluar dari jalurnya dan memasuki jalur lawan."Truk lori ini kan pelan pelan saja jalannya, karena dia menanjak naik, dari bawah kan pelan pelan saja di jalur dia tiba-tiba ni mobil (Honda Brio) muncul dari arah lawan hilang kendali dia. Kita tak tahu, entah dia ngantuk kah, entah dia main hp kah, kita tak tahu,"kata Yogi.

0 komentar:

Post a Comment