Akibat kelakuan nyeleneh berujung maut, apa yang ada dalam pikiran orang ini entah stress atau hal lain sehingga bernasib naas akibat tiduran dijalanan, ingat aspalan itu bukan hotel tempat menginap, aspalan tidak seramah kasur tidur, seperti dilaporkan dari kompas.com, kecelakaan maut menimpa Iwan Maksi Foeh (20). Pemuda asal Dusun II, Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas terlindas sepeda motor gara-gara korban nekat tidur di badan jalan raya.Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kupang, Iptu Muhammad Fakhruddin mengatakan, kejadian itu berawal ketika sebuah sepeda motor jenis Yamaha Vixion dengan nomor polisi DH 2101 BK yang dikendarai oleh Melkisedek Luluporo (25) dan dibonceng Oki Kapitan (24), bergerak dari arah Kota Kupang menuju Oesao, Kabupaten Kupang.

Pada saat tiba di lokasi kejadian di kilometer 19 yang berdekatan dengan SD GMIT Tanah Merah, korban Iwan sedang berbaring di badan jalan raya sebelah kiri."Karena kondisi jalan yang gelap dan jarak yang sudah sangat dekat, sehingga pengendara sepeda motor tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan akhirnya menabrak Iwan. Pengendara sepeda motor dan yang membonceng tersebut tidak terjatuh dan tetap jalan terus," kata Fakhruddin kepada Kompas.com, Minggu (5/3/2017).
Warga sekitar yang melihat kecelakaan tersebut lalu mengejar pengendara sepeda motor hingga tertangkap di dekat Gereja Calvari Pulutie kilometer 22, Desa Oebelo.

Sementara itu, Iwan yang terluka parah dilarikan warga sekitar dan keluarganya ke Rumah Sakit Umum Kupang untuk diberi perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong lagi. Iwan pun meninggal karena mengalami luka robek pada kelopak mata kanan, patah pada bahu kiri, remuk pada tengkorak kepala belakang dan luka gores pada pelipis kiri."Setelah menerima laporan, kita kemudian turun ke tempat kejadian perkara dan melakukan olah tempat kejadian perkara, mencari saksi mata dan mengamankan barang bukti. Kita sedang melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan pengendara motor," jelas Fakhruddin.

0 komentar:

Post a Comment