Seperti diberitakan dari prokal,.co terjadi kecelakaan maut melibatkan  pengemudi mobil berinisial PT (56) terhenti. Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) itu dijemput oleh petugas Unit Laka Satlantas Polres Palangka Raya di rumahnya Perumahan Bumi Palangka, empat jam setelah tabrakan maut di Jalan Tjilik Riwut Km 10,5.Kecelakaan yang terjadi Minggu dinihari (5/3) sekitar pukul 04.30 WIB itu menewaskan Alson, pengendara sepeda motor Jupiter KH 4895 TJ. Pria 43 tahun yang tinggal di Jalan S Parman itu terpental hingga 52 meter dari tempat benturan ke tempat dia ditemukan tergeletak. Sedangkan sepeda motornya, terseret hingga muara Perumahan Bumi Palangka, Jalan Tjilik Riwut Km 7.

“Sopir berniat kabur. Saat memasuki gang rumahnya, dia menyingkirkan sepeda motor yang menyangkut di kolong mobil. Mungkin dia ketakutan usai menabrak,” ujar Kasatlantas AKP Christian Siregar melalui Kanitlaka Aiptu Tri Marsono, usai olah tempat kejadian perkara.Informasi yang dihimpun, mobil itu keluar dari lokalisasi Bukit Sungkai, Tjilik Riwut Km 12. Diduga sopir Avanza KH 1243 AJ warna hitam itu dalam kondisi mabuk usai berfoya-foya dan mungkin juga main perempuan. Tak sampai dua kilometer, dia menabrak dari belakang sepeda motor yang dikendarai Alson. Benturan itu terdengar nyaring, sampai warga sekitar terbangun dari tidur.

Namun, warga sekitar tidak menyadari bahwa ada kecelakaan. Kondisi jalanan masih gelap gulita. Hanya saja, pemilik warung, Rosana melihat ada percikan api di bawah mobil.“Pas warga tanya ke saya, ya saya bilang kalau nggak ada apa-apa. Saya memang melihat percikan api itu,”ucap nenek 52 tahun itu yang saat itu membersikan kaca etalase warung.Lalu, dia kembali ke rumahnya yang ada di seberang jalan untuk mengambil mukena bersiap ke pengajian. Saat kembali ke warung menggunakan sepeda motor, dia melihat mayat tergeletak di bahu jalan sebelah kiri arah Palangka Raya. Kondisinya luka parah di bagian kepala. Baru dia menyadari kalau itu jawaban dari benturan keras yang ia dengar sebelumnya.“Baru saya panggil anak saya untuk telepon polisi,”ungkapnya.

Kerabat korban, Anton mengatakan, tidak menyangka kejadian tersebut menimpa kerabatnya. "Dapat kabar dari tetangga, katanya dia (Alson, red) meninggal dan sudah di kamar mayat. Saya langsung ke sini ternyata dia masih di IGD, kasian anaknya tiga orang masih kecil. Memang kerjanya ke tempat orang meninggal (dagur) mas. Mungkin dari sana mau pulang," ungkapnya.Mobil warna hitam terlihat rusak berat bagian depan. Begitu juga sepeda motor. Sedangkan di dekat kemudi, terlihat dua buah kartu identitas yang bertuliskan Pegawai Dinas PU Provinsi Kalteng.Sementara dokter forensik RSUD dr Doris Sylvanus dr Ricka Brilliaty Zaluchu, SpKF mengatakan yang menyebabkan nyawa korban tidak tertolong karena mengalami pendarahan yang cukup hebat.“Setelah melakukan visum pada tubuh korban, pendarahan hebat di mulut, telinga dan juga hidung,” katanya.

0 komentar:

Post a Comment