Sebagaimana diberitakan dari bola.com, menurur pengamat MotoGP asal Italia, Carlo Pernat, menilai keputusan Ducati mendepak / memecat Andrea Iannone demi memberi jalan masuk untuk Jorge Lorenzo terlalu terburu-buru. Hasilnya, tim asal Bologna, Italia tersebut justru terseok-seok pada awal balapan MotoGP 2017. Performa Lorenzo pada tiga balapan perdana MotoGP 2017 jauh dari harapan. Pebalap Spanyol itu hanya finis ke-11 pada balapan MotoGP Qatar, kemudian terjatuh sehingga gagal finis pada MotoGP Argentina. Di MotoGP Austin, Minggu (23/7/2017), menunjukkan peningkatan dengan menembus posisi 10 besar, tepatnya di urutan kesembilan.

Namun, hasil tersebut dinilai jauh dari ideal karena Ducati menggaet Lorenzo demi mengembalikan kejayaan tim berwarna kebesaran merah tersebut. "Saya rasa agak sedikit mengecewakan (raihan Ducati), meskipun faktanya baru tiga balapan yang digelar (pada musim 2017)," kata Carlo Pernat, seperti dilansir GPOne, Rabu (26/4/2017). "Mereka mempertaruhkan segalanya pada Lorenzo, mungkin terlalu cepat mengganti pebalap seperti (Andrea) Iannone," sambung dia.

Pernat menilai musim lalu motor Desmosedici milik Ducati cukup kompetitif. Buktinya, Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso, sama-sama mencicipi podium utama. "Sekarang mereka terlihat melangkah mundur. Mungkin mereka fokus pada mesin daripada sasis. Pelarangan winglet jadi pukulan besar bagi mereka, namun mereka perlu segera mencari solusi," tegas Pernat. Hingga balapan ketiga, Jorge Lorenzo masih terseok-seok di posisi ke-13 klasemen sementara MotoGP 2017, dengan koleksi 12 poin. Dia defisit 44 poin dari pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, yang memuncaki klasemen sementara musim ini. (bola)

0 komentar:

Post a Comment