Setelah kemarin kita mendengar kecelakaan maut menimpa biker moge hayabusa, kini kembali terulang lagi kecelakaan maut pengendara moge harley davidson di malaysia dengan biker asal indonesia tepat di tanggal yang sama 24 april 2017 heboh terjadi 2 kecelakaan moge meski berbeda wilayah negara. Seperti diberitakan dari dapurpacu.com, Kejadian kecelakaan yang menimpa pengendara Harley-Davidson asal Indonesia setelah berbenturan dengan mobil pick-up di Malaysia, Senin pagi (24/4/17), mengakibatkan penunggangnya, Bambang Supriyanto, meninggal dunia. Tragedi ini telah membuat sedih para pecinta motor besar senior di Indonesia, terlebih mereka yang tergabung dalam Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI).Kecalakaan yang menerpa pria yang telah membuat banyak jam terbang dengan moge ini tentu bukan suatu yang perlu di isaki terus menerus. Justru cerita pilu ini bisa menjadi pengalaman berarti bagi siapapun.  Tentu ada hal positif yang didapat atas kecelakaan yang semestinya bisa dihindari. Jusri Pulubuhu, seorang praktisi keselamatan berkendara yang menjabat sebagai Divisi Safety Riding Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI), bahkan mengamini.

Mantan dragster Harley-Davidson yang juga Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) ini termasuk biker yang dekat dengan Bambang. Bahkan di mata Jusri, Bambang merupakan bikers yang sangat berpengalaman. Menurutnya almarhum memiliki jam terbang dalam kegiatan touring sangat tinggi. “Dia biasa, dan sering melakukan touring di berbagai negara di dunia,” ungkap Jusri.Namun, Jusri mengungkapkan bahwa pengalaman dan keterampilan berkendara bukan jaminan seorang bikers bisa terhindar dari kecelakaan. “Bukan hanya takdir, tapi ini tentang pola pikir. Biasanya ketika seorang biker merasa dirinya sudah berpengalaman, dan merasa skill berkendaranya jago mengakibatkan overconfident, sehingga dia tidak waspada,” tambahnya.Bambang Gondrong, begitu korban biasa dipanggil, sedang berkendara ditemani dua orang bikers asal Malaysia, Jefri dan Ramli, ketika kecelakaan terjadi.“Saat kejadian, posisi Jefri berada di depan Bambang. Jadi urutannya Jefri, Bambang, lalu Ramli. Mobil pick up yang terlibat kecelakaan dengan Bambang sudah berhasil didahului Jefri. Nah, ketika akan dilalui oleh Bambang, mobil pick up tersebut belok ke kanan, akhirnya terjadi senggolan keras yang mengakibatkan kecelakaan,” begitu kronologi yang diceritakan Jusri.Dari kronologi tersebut, penting bagi rombongan bikers untuk mengatur jarak antar motor tatkala berkendara beriringan. “Memang saya kurang mendapatkan informasi dalam jarak berapa posisi antara Bambang dengan Jefri. Saya hanya mendapat informasi kronologi dari kabar yang tersebar di internal HDCI.”

“Namun, upayakan jarak antar motor kalau bisa jangan terlalu jauh. Ini sebagai tindakan preventif. Karena jika terlalu jauh, bisa mengakibatkan kelalaian pengendara lain yang mengira rombongan sudah habis,” jelas Jusri.Selain itu, penting bagi seorang biker memiliki tidakan antisipatif saat touring dengan rombongan. “Dua hal itu yang saya maksud sebagai pola pikir. Jadi selain preventif pengendara juga harus antisipatif. Jangan punya anggapan bahwa ketika sedang berada di dalam rombongan, pengendara lain akan memberikan jalan buat rombongan. Tingkatkan terus kewaspadaan selama dalam perjalanan,” kata Jusri.Percayalah, kecelakaan itu bisa dicegah lewat pola pikir tadi dan waspada selama perjalanan. Sehingga kejadian kecelakaan di Malaysia menjadi bahan pembelajaran untuk semua bikers, biar kejadian yang dialami oleh Bambang tidak terulang lagi bagi siapapun.(dapurpacu)

0 komentar:

Post a Comment