Apa yang sebenarnya dibanggakan anak sma ketika konvoi hanyalah sia-sia tidak patut ditiru dan berujung petaka selain itu mengganggu ketertiban lalu lintas, sepertidilaporkan dari antaranews.com sebanyak dua orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas setelah sepeda motor yang dikendarai masing-masing terlibat kecelakaan saat konvoi merayakan kelulusan tingkat SMA di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu.Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Magetan Ipda Yudi Wiyanto mengatakan korban meninggal adalah Gusti Bagus Yulianto siswa kelas XI SMK Yosonegoro Magetan dan Paiman warga Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Magetan."Korban adalah pelajar yang sedang konvoi dan seorang warga yang kebetulan melintas di jalur tersebut. Keduanya mengalami luka serius di kepala dan sempat menjalani perawatan di RSUD dr Sayidiman Magetan sebelum akhirnya meninggal," ujar Ipda Yudi kepada wartawan.

Berdasarkan informasi, kecelakaan tersebut terjadi saat korban Gusti melakukan konvoi perayaan kelulusan tingkat SMA dengan teman-temannya. Saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor Satria FU bernomor polisi AE-4247-RO dengan kencang di jalanan Desa Bangsri, Kecamatan Ngariboyo, Magetan.Rombongan konvoi tersebut berniat merayakan kelulusan di tempat wisata Telaga Sarangan Magetan. Korban yang saat itu berboncengan dengan teman perempuannya mengemudikan motor cukup kencang hingga berada di sisi kanan jalan.Pada saat yang bersamaan, di lokasi kejadian, dari arah berlawanan, melaju sepeda motor yang dikendarai oleh korban Paiman. Akhirnya tabrakan pun tak terhindarkan hingga keduanya mengalami luka serius di kepala.

Kedua korban sempat menjalani perawatan di instalasi gawat darurat RSUD dr Sayidiman Magetan. Namun karena luka yang parah, keduanya akhirnya meninggal di rumah sakit daerah tersebut.Informasi dari pihak SMK Yosonegoro, korban Gusti masih duduk di kelas XI. Ia hanya ikut-ikutan konvoi dengan teman-teman kakak kelasnya untuk merayakan kelulusan tingkat SMA.Sementara, orang tua pelajar SMA tersebut histeris saat mengetahui putranya tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Kedua jenazah lalu diserahlan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

juga dari tribunnews.com juga memberitakan Gusti Bagus Yulianto siswa SMK Yosonegoro, Magetan peserta konvoi kelulusan dengan mengendarai motor yang ugal ugal-ugalan harus kehilangan nyawanya.Insiten ini juga menewaskan nyawa Paiman, warga setempat yang terlibat kecelakaan.
Keduanya, meninggal saat dalam perawatan RSUD dr Sayidiman, Magetan, Rabu (3/5/2017).Kecelakaan itu bermula saat konvoi kelulusan sekolah diikuti puluhan motor mayoritas berboncengan laki laki- perempuan melintas di Jalan Raya Bangsri - Plaosan dengan kecepatan tinggi diwarnai aktrasi angkat ban depan."Setahu saya memang mereka memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Mereka juga beraksi freestyle (angkat ban depan). Saya dengar brak dan motor sudah kocar kacir, begitu juga pengendaranya,"ujar Wawan Jibus penambal yang lapaknya tepat didepan tempat kejadian perkara (TKP) kepada Surya, Rabu (3/5-2017).Menurut Wawan, konvoi itu berjalan dari arah Timur ke Plaosan sedang korban Paiman dari arah Barat ke Timur.

Bagus Gusti Yulianto anak warga Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kecamatan Magetan menaiki motor sport dengan plat nomor polisi AE 4247 RO sedang Paiman mengendarai motor matik AE 2298 PS."Anak sekolah yang konvoi dan menabrak petani itu saya lihat berboncengan dengan siswi, saat tabrakan terjadi dan kedua pengendara luka parah, siswi itu juga luka luka, tapi tidak jelas dia (siswi dibonceng Bagus) pergi tanpa diketahui warga. Begitu juga teman teman konvoi yang lain, semua pergi begitu saja,"kata Wawan Jibus, saksi mata yang menolong kedua korban.Paiman korban meninggal warga Dukuh Tonggoiro, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menaiki motor tanpa helm, karena sedang mengirim makanan untuk pekerja di sawah.

"Yang naik motor matik berjalan pelan dan sudah ditepi jalan, anak sekolah yang konvoi itu berjalan disisi kanan dengan kecepatan tinggi. Makanya saat tabrakan terjadi, motornya sampai nabrak pohon setelah menabrak motor petani,"jelas Wawan.Makanya, lanjutnya, keduanya luka parah di kepala, dan Bagus anak SMK Yosonegoro luka di kaki dan tangannya patah, serta dari kepalanya mengucur terus darah segar."Pak Paiman lebih banyak luka di kepala dan matanya. Banyak lubang terlihat di kepalanya dan sudah tidak sadarkan diri. Sedang anak sekolahnya masih bisa bangun dan menepi sendiri, meski dari kepalanya darah segar mengucur terus,"kata penambal ban berambut gondrong ini.Kanit Laka Polres Magetan Ipda Yudi Wiyanto yang dikonfirmasi kejadian kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) itu akibat peserta konvoi berjalan ugal ugalan."Kita masih akan cek kecepatan Bagus yang diduga penyebab Laka Lantas hingga menyebabkan dua meninggal dunia. Keterangan saksi yang melihat peserta konvoi kecepatan tinggi. Kita masih olah tempat kejadian perkara (TKP),"kata Ipda Yudi Yulianto.(tribunnews)

0 komentar:

Post a Comment