Motor Trail memang sedang diidamkan oleh banyak masyarakat indonesia sayangnya karena harga 2 kali harga motor bebek dan lebih mahal daripada motor sport maka jarang yang mampu beli alias mahal, maklum bentuk dan rangka motor trail memang lebih kokoh daripada motor biasa lalu kita disini akan membandingkan apakah produk lokal viar cross x 200 es ini layak jadi pesaing KLX yang benar benar laris dipasaran?


Bagi penikmat trabas alias berpetualang di alam menggunakan motor trail, kini banyak tersedia pilihan tunggangan yang mumpuni dengan harga yang bisa dibilang tidak murah. Melihat adanya kebutuhan motor trail harga terjangkau, Viar Motor Indonesia resmi menghadirkan all new Viar Cross X 200ES dan new Viar Cross X 250ES.Sebenarnya spesifikasi rangka dan kaki kaki Viar Cross X200ES sudah sangat lumayan seperti suspensi depan model upside down dan monoshock unitrack system di belakang. Sistem pengereman depan dan belakang pun sudah cakram. Sementara roda depan menggunakan ukuran 80/100-21 dan belakang 100/100-18. Bentuknya jangkung seperti kawasaki KLX 150 L tapi sayangnya harganya setara dengan KLX 150 L untuk produk lokal tergolong mahal dan cenderung overprice tapi katanya motor ini menjanjikan performa lebih. Dengan bandrol Rp 28,5 Juta On the Road Jakarta dilengkapi mesin 4-Tak SOHC 200 cc berpendingin udara yang dikawinkan dengan transmisi manual lima percepatan. Jantung mekanis tersebut sanggup menyemburkan tenaga 17,4 Tk pada 8.500 rpm dengan torsi puncak 15 Nm pada 7.000 rpm.

Kehadiran dua motor dual purpose ini menjadi alternatif bagi pecinta motor trail untuk memiliki kuda besi dengan kapasitas mesin yang sudah besar, namun dengan harga terjangkau. Pertanyaannya, layakkah dua model ini dimiliki? ataukah harganya cenderung lebay alias overprice?

Menurut Sofyan MX, dari Roby Steam, bengkel khusus motor trail, kata dia "saya tidak pakai Viar, dan komunitas di sini juga belum ada yang menggunakan Viar, karena kebanyakan menggunakan KTM, Husqvarna, atau KLX," jelas pria yang sudah belasan tahun menekuni dunia motor trail ini, saat berbincang dengan Liputan6.com, di bengkelnya di Jalan Arteri Kelapa Dua Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (3/5/17).Lanjutnya, jika memang menggunakan Viar Cross baik mesin 200 cc atau 250 cc, banyak yang perlu diganti alias dimodifikasi. Dia menganggap motor tersebut masih memiliki kekurangan."Kalau Viar, banyak yang diganti mesinnya (jeroan) pakai Honda Tiger, biar lebih awet. Untuk mesin Viar-nya sendiri tidak digunakan," pungkasnya.

Harga yang terlampau mahal untuk motor lokal membuat motor viar yang basicnya adalah mesin buatan cina zhongsen membuatnya sulit untuk bersaing dengan satu satunya produsen jepang yang membuat motor trail di indonesia yaitu kawasaki. Sementara itu kabar dari honda akan meluncurkan tril CRF tak kunjung datang.

salam bikerzone


0 komentar:

Post a Comment