Kini bulan puasa sudah dekat tinggal hitungan hari kemudian ramadan usai umat islam rayakan hari raya Idul Fitri atau Lebaran. Saat itu biasanya penjulan di sektor industri otomotif meningkat.sebagaimana menurut detik.com, Menurut Presiden Direktur dan CEO PT Federal International Finance (FIF) Margono Tanuwijaya biasanya momen tersebut membuat penjualan sepeda motor naik 15 persen."Biasanya sebulan sebelum lebaran, nanti di akhir-akhir Mei atau di Juni, Juli awal, kan lebaran akhir Juli kan, itu penjualan sepeda motor biasanya lebih tingggi 15 persen dari pada bulan normal, jadi pasti peningkatan itu ada, karena demand-nya sendiri naik kan," ujarnya di Jakarta.

Sedangkan terkait adanya kemungkinan kredit macet yang terjadi biasanya setelah Lebaran, dikatakan Margono seharusnya tidak terjadi, karena proses yang diberikan oleh FIF untuk para konsumen adalah proses yang standar."Bukan berarti sebelum Lebaran kita jadi ketat, sesudahnya enggak lagi, enggak gitu. Saya rasa kita sudah kita suatu proses itu standar. Jadi kita melakukan seleksi customer dengan baik," katanya.Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, masalah kredit macet yang terjadi pada FIF, pada peridoe Januari hingga April 2017, telah menurun.

"Kita pakainya Non Performing Financing (NPF), sesuai dengan OJK, terakhir itu kita ada diangka 0.68 persen (kredit macet), itu over due di atas 90 hari, atau menunggak di atas 3 bulan. 0.68 itu bukan unit yah, tapi none. 0,68 persen NPF," pungkas Margono.Sebelumnya Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor pada bulan April lalu merupakan penjualan terendah selama 4 bulan pertama 2017. Tercatat hanya 388.045 unit sepeda motor yang terdistribusi di Indonesia.Menurut data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), angka itu turun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pada 3 bulan awal 2017, penjualan motor menyentuh angka 400 ribuan per bulan.Menurut Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala mengatakan, harapannya ada di momen menjelang hari raya Idul Fitri. Biasanya, menjelang hari raya, penjualan sepeda motor bertumbuh.

"Kita berharap 2 bulan ini membaik. Kalau enggak ya terpaksa kita koreksi (target penjualan)," kata Sigit saat dihubungi detikOto, Selasa (16/5/2017).Menurutnya, AISI sudah mengoreksi target penjualan sepeda motor tahun ini. Sebelumnya, sepanjang 2017 ini ditargetkan penjualan sepeda motor menyentuh angka 6,2 juta unit. Tapi dikoreksi menjadi 6 juta unit."Melihat awal tahun sudah begini kita koreksi jadi 6 juta unit. Karena waktu itu hambatannya ada faktor OJK, terus biaya STNK. Melihat sitausai itu kita revisi. Sampai bulan April (penjualan motor) baru 1.789.000. Padahal tahun lalu dengan periode yang sama 1.982.000. Hampir 200.000-an selisihnya," sebut Sigit.

Jadi kemungkinan penjualan motor turun ditahun ini dibanding tahun lalu adalah bisa jadi biaya STNK yang naik adalah salah satu pengaruh besarnya. 

Mengalami penurunan di Bulan April 2017

Penjualan sepeda motor secara nasional pada April 2017 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor domestik pada April 2017 tercatat sebesar 388.045 unit. Sementara pada Maret 2017, angkanya jauh lebih tinggi, yakni 473.896 unit
 

0 komentar:

Post a Comment