keluarga korban saat dibesuk staf jasa raharja

diberitakan dari krjogja.com, Terjadi kecelakaan maut menimpa dua orang remaja masih satu kerabat tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Tawangsari – Weru di Dukuh Grogol, Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari. Keduanya tewas setelah sepeda motor yang dikendarai menabrak truk tangki air saat melintas berlawanan arah.Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Finan Sukma Radipta, Kamis (18/5/2017) mengatakan, kecelakaan terjadi pada Rabu (17/5/2017) sekitar pukul 20.15. Kecelakaan melibatkan sebuah sepeda motor Kawasaki Ninja yang dikendarai Reno Ardiansah Putra (18) dan pembonceng Gigih Aryanto (13). Keduanya warga Watulumbung, Watubonang, Kecamatan Tawangsari. Sedangkan truk tangki air AD 1351 ZE dikemudikan Suyono (39) warga Jumantar, Jumantono, Karanganyar. 

Kronologis kecelakaan bermula saat truk tangki air melaju dari arah barat ke timur. Sedangkan sepeda motor berlawanan arah dari timur ke barat. Sampai dilokasi kejadian sepeda motor berjalan terlalu ke kanan dan jarak sudah dekat sehingga menabrak truk.Sepeda motor terjatuh dan terbakar hingga membakar tubuh Reno dilokasi kejadian. Sedangkan Gigih terjatuh mengalami luka parah. Kedua korban dibawa oleh warga yang melihat kejadian tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukoharjo.“Pengendara sepeda motor Reno meninggal dunia dilokasi kejadian. Pembonceng Gigih sempat dirawat di RSUD Sukoharjo dan meninggal disana. Sedangkan pengemudi truk tidak mengalami luka,” ujar AKP Finan.

Kerabat keluarga korban, Sriyanto mengatakan, orang tua masing masing korban Reno dan Gigih pergi merantau. Orang tua Reno ke Semarang, Jawa Tengah dan Gigih ke Lamongan, Jawa Timur.“Keluarga korban berduka karena Reno dan Gigih meninggal dunia dalam kecelakaan. Gigih itu anaknya sholeh sering salat jamaah di masjid sebelum kejadian waktu salat magrib dan salat Isya dia sendiri yang adzan di masjid. Kalau Reno anaknya supel suka bergaul dengan tetangga,” ujarnya.Tetangga korban, Mudi Widodo mengatakan, malam saat kejadian kecelakaan Reno dan Gigih sedang mencari makan di daerah Tawangsari. Keduanya setelah selesai makan kemudian berniat pulang dan kecelakaan terjadi.

“Sepeda motor yang dikendarai Reno dan Gigih menabrak truk tangki air,” ujarnya.Saat kecelakaan tersebut tangki sepeda motor bocor hingga menyebabkan terbakar. Warga yang melihat kejadian tersebut memberikan pertolongan namun kedua korban meninggal dunia.

juga sebagaimana diberitakan dari solopos.com, Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Finan Sukma Radipta, menjelaskan penyebab munculnya api yang membakar sepeda motor Kawasaki Ninja seusai bertabrakan dengan truk di Tawangsari, Sukoharjo, Rabu (17/5/2017) malam.Menurut Kasatlantas, kemunculan api yang membakar sepeda motor berikut pengendaranya itu dimungkinkan karena benturan yang cukup keras. “Ada dugaan bagian yang teraliri bensin bocor sehingga tersulut percikan mengakibatkan api menyala dan membesar,” kata Kasatlantas, Kamis (18/5/2017).

Kasatlantas mengatakan benturan cukup keras akan menimbulkan gesekan di antara kedua kendaraan. “Benturan keras dan gesekan kendaraan memunculkan percikan api yang langsung menyambar bensin sepeda motor,” jelasnya.Sementara itu, suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga korban kecelakaan lalu lintas di Dukuh Watulumbung, Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, pada Kamis. Tak hanya tetangga dan kerabat yang datang melayat, perwakilan dari PT Jasa Raharja Sukoharjo juga terlihat hadir.Kedatangan mereka untuk menyalurkan santunan kepada keluarga korban masing-masing senilai Rp25 juta. Penyerahan santunan dilakukan melalui transfer ke rekening ahli waris kedua korban kecelakaan. Pejabat pelayanan Jasa Raharja Sukoharjo, Sudiyo, di rumah duka bercerita semua korban kecelakaan lalu lintas akan mendapatkan santunan Jasa Raharja.

“Yang tidak mendapatkan santunan Jasa Raharja adalah korban kecelakaan tunggal. Hari ini santunan kecelakaan diberikan kepada ahli waris kedua korban kecelakaan.”Kedatangannya ke rumah duka bertujuan meminta kelengkapan administrasi dan pembukaan rekening untuk transfer santunan Jasa Raharja. “Nilai santunan korban meninggal dunia masih Rp25 juta tetapi pada 1 Juni mendatang nilai santunan sudah naik 100% menjadi Rp50 juta. Pemberian santunan kecelakaan didasarkan UU Nomor 34 Tahun 1964 tentang kecelakaan lalu lintas jalan. Pemberian santunan terhadap korban kecelakaan juga diberikan bagi penumpang kendaraan umum.”(solopos)

0 komentar:

Post a Comment