Sebagaimana dilaporkan dari prokal.co, Terjadi kecelakaan menimpa seorang pengendara sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi KT 2202 FM, Rinto S Lihu (35) mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan saat mendapatkan penanganan medis. Sebelumnya, Rinto mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Aki Balak tepatnya di depan SMK N 2 Tarakan pada pukul 01.30 Wita, Minggu (14/5). Ia ditemukan dalam kondisi terjelungkup (kepala di bawah) dengan wajah membiru. Almarhum diduga tidak bisa mengendalikan laju kendaraanya atau lost control sehingga menabrak pohon dan terlempar menghantam tembok, diketahui Rinto mengalami patah leher yang diduga dikarenakan hantaman ke tembok.

Salah seorang warga RT 60, Kelurahan Karang Anyar, Muhdi mengatakan, dirinya mengetahui kejadian laka tunggal tersebut pada pukul 01.30 Wita, Minggu (14/5) saat melihat banyak orang yang berkumpul di lokasi kejadian.“Iya tadi malam ada kecelakaan, tapi saya tidak berani melihat langsung kondisi korban,” tuturnya.Diduga Rinto lost control karena sebelumnya meminum minuman beralkohol, hal inilah membuat korban tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya.“Kata orang-orang di situ (lokasi kejadian, Red.) sih mabuk, tapi saya juga tidak tahu pastinya apa yang menyebabkan almarhum sampai menabrak pohon itu,” ucapnya.

Senada, salah seorang warga RT 60 Kelurahan Karang Harapan yang enggan dikorankan namanya menuturkan, kejadian terjadi pada pukul 01.30 Wita, saat itu diduga korban melaju dengan kecepatan cukup tinggi hingga tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya.“Iya tadi malam ramai di sini, karena ada kecelakaan motor yang menabrak pohon bisa dilihat sendiri kondisi pohon yang ditabrak,” ucapnya.Selain diduga dalam kondisi mabuk, faktor lain yang membuat terjadinya kecelakaan di lokasi tersebut adalah kurangnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di lokasi tersebut.

“Di sini kalau malam kondisinya gelap, sehingga kalau bawa motor harus hati-hati,” ucapnya.Berkaca dari kejadian ini, Kasatlantas Polres Tarakan, AKP Sarwidodo mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna kendaraan bermotor untuk lebih berhati-hati saat mengendarai kendaraannya.“Jangan memacu kendaraan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, saya juga menyarankan untuk mengurangi laju kendaraan saat memasuki jalanan yang belum diterangi PJU,” ucapnya.Selain itu Satlantas Polres Tarakan, sejauh ini sudah melakukan sosialisasi di tiap kesempatan untuk menjadi pengendara yang baik di jalan untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain.“Saat ini kami juga sedang melakukan Operasi Patuh yang dimulai dari tanggal 9 Mei hingga 22 Mei, tujuannya tidak lain untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.(prokal.co)

0 komentar:

Post a Comment