Dari jawapos.com melaporkan terjadi kecelakaan maut di Jalan Ahmad Yani menuju arah Sidoarjo, Jumat (21/7/17) sekitar pukul 21.30 WIB, warga dikejutkan dengan peristiwa meninggalnya Suyadi, 57, warga Desa Kelopo Sepuluh, RT 24 RW 04, Sukodono, Sidoarjo. Dia ditemukan tewas tergeletak di tepi Jalan Ahmad Yani, depan Gedung DPD Golkar Jatim, setelah terlihat muntah darah. Menurut informasi yang berhasil diperoleh Radar Surabaya, korban saat itu mengendarai motor dari arah utara menuju selatan akan pulang ke rumahnya. Namun, di tengah perjalanan baru sampai Jalan Ahmad Yani di depan gedung DPD Golkar Jatim, korban tiba-tiba berhenti dan langsung muntah darah di tepi jalan. Sehabis muntah-muntah darah, tak lama kemudian korban terjatuh dari motor yang dinaiki.

Melihat hal itu sontak pengguna jalan yang lain langsung berhenti untuk menolong korban. Selain itu, salah satu pengguna jalan langsung meneruskan informasi itu ke pihak kepolisian. Sekitar 10 menit kemudian polisi dan satu unit mobil ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya datang untuk mengevakuasi korban. Akan tetapi nyawa korban sudah tidak terselamatkan, karena saat petugas PMI datang korban sudah berhenti bernapas. Dari situ kemudian korban langsung dibawa ke Kamar Mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.
Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bayu Halim Nugroho membenarkan bahwa terjadi peristiwa orang meninggal dunia di Jalan Ahmad Yani depan gedung DPD Golkar Jatim, Jumat (21/7) malam. Namun korban meninggal karena sakit habis muntah darah bukan karena tabrakan kecelakaan.

"Benar, korban merupakan warga Sidoarjo. Dia meninggal karena habis muntah darah dan terjatuh dari motor saat berhenti di Jalan A yani. Jadi bukan korban tabrakan kecelakaan," kata Bayu, Sabtu, (22/7). Bayu melanjutkan, saat itu anak buahnya sudah diturunkan, kemudian langsung membantu proses evakuasi dan pengamanan sepeda motor milik korban. Menurut informasi dari anggotanya akibat evakuasi korban arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani menuju Sidoarjo sempat tersendat kurang lebih 15 menit.

"Dalam evakuasi korban, arus lalu lintas menuju Sidoarjo sempat tersendat 15 menit. Karena banyaknya warga pengguna jalan yang penasaran dan berhenti untuk melihat korban," jelas Bayu saat dikonfirmasi Radar Surabaya. Namun, lanjut Bayu, berkat kesigapan anggota Satlantas Polrestabes Surabaya hal itu akhirnya bisa diurai dan arus normal kembali setelah jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. "Jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. Kemudian polisi melakukan pemeriksaan dan ditemukan identitas korban," ujarnya.

0 komentar:

Post a Comment