Tahu sendiri bukan kondisi aspalan di indonesia ini bagaimana? Pertama macet udah jelas, kedua tidak rata dan berlubang banyak memakan korban jiwa, ketiga banyak polisi tidur, keempat kalau hujan banjir dan banyak jebakan betmen, kelima bahkan lebih mirip lintasan motocros daripada jalur transportasi umum karena rusak parah. Oleh karena itu Kawasaki KLX cocok buat area hutan dan perkebunan sedangkan Dtracker cocok untuk aspalan karena model supermoto atau Trail dengan ban motor sport.

Sebagaimana dari tribunnews, Motor trail identik digunakan di jalanan tanah atau medan-medan yang sulit.Padahal kenyamanan suspensi dari motor trail ini sangat nyaman juga dipakai di jalanan mulus perkotaan.Seperti pabrikan motor Kawasaki dengan motor trail D'Tracker 150, menawarkan kenyamanan berkendara dengan motor trail di perkotaan."Untuk kenyamanan berkendara D'Tracker 150 ini sudah siap melaju di jalanan mulus di dalam kota," jelas Calvin Gazali, GM PT Surapita Unitrans.

Menurutnya dari dulu motor trail produk Kawasaki sudah dikenal dengan suspensi yang nyaman.Untuk menambah kenyamanan berkendara, khusus untuk D'Tracker, ban yang digunakan tidak lagi memakai ban yang lazimnya untuk motor trail (ban pacul) tapi sudah memakai tipe ban yang untuk jalan aspal yang mulus.
Untuk mesin D 'Tracker mengaplikasikan mesin berpendingin udara, SOHC dengan karbu untuk memudahkan perawatan. Soal harga, Kawasaki memberi banderol D'Tracker dengan harga Rp 34 juta.

Wow harganya dua kali lipat motor bebek seperti supra x 125 yang harganya 
17 jutaan. pantaskah kalau orang berduit saja yang bisa beli motor enduro dan supermoto ini. Sebagai informasi bahwa KLX bukan motor cross tapi motor dual purpose atau motor semi trail. Motorcross adalah motor dengan spesial engine yang bertorsi padat dan sasis rangka yang kokoh dan ringan serta suspensi yang paling superior daripada jenis motor lain. Selain panjang dan kokoh suspensi motor trail juga empuk buat melibas medan terjal

0 komentar:

Post a Comment